syair dari Sabdo Palon tentang Jangka Jayabaya
melalui input spiritual terkini, sebagai berikut :
- “Semut ireng ngendog jroning geni, (“Semut hitam bertelur di dalam api,)
- Ono Merak memitran lan Baya, (Ada Merak berteman dengan Buaya,)
- Keyong sak kenong matane, (Keong sebesar talempong matanya,)
- Tikuse padha ngidhung, (Tikusnya pada bernyanyi,)
- Kucing gering ingkang nunggoni, (Kucing kurus yang menunggui,)
- Kodok nawu segara oleh Banteng sewu, (Kodok menjaring di danau mendapatkan seribu Banteng,) Precil-precil kang anjaga, (Anakan katak yang menjaga,)
- Semut ngangrang angrangsang Gunung Merapi, (Semut Rangrang merangsang Gunung Merapi,) Wit Ranti (meranti) woh Delima.” (Pohon Meranti berbuah Delima.”)